
TERNATE – Sebanyak 50 warga pesisir Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, mengikuti pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam yang digelar tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun, pada Juni 2025.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang kerap mengintai wilayah pesisir.
Kelurahan Loto merupakan permukiman pesisir yang berhadapan langsung dengan ancaman banjir rob dan gelombang pasang. Letaknya yang berada di kaki Gunung Gamalama yang masih aktif juga menuntut warga untuk siap menghadapi dampak sekunder bila terjadi erupsi. Di sisi lain, sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan dan petani yang aktivitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut.
Dalam pelatihan, peserta dikenalkan pada potensi bencana di wilayah mereka, cara memetakan kawasan rawan, menyusun rencana tanggap darurat keluarga, serta mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai praktik langsung, sehingga warga tidak sekadar memahami teori, tetapi juga siap bertindak saat keadaan darurat.
Ketua Tim PKM, apt. Fahmi Sadik, S.Farm., M.Farm., menekankan bahwa masyarakat pesisir adalah pihak pertama yang menghadapi bencana, sehingga kesiapsiagaan perlu dimulai dari warga sendiri.
Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok masyarakat “Loto Siaga Bencana” yang beranggotakan 15 orang, terdiri atas tokoh pemuda, ibu rumah tangga, dan perangkat kelurahan. Kelompok ini diakui Pemerintah Kelurahan Loto dan diharapkan menjadi penggerak kegiatan kesiapsiagaan secara mandiri dan berkelanjutan.
Lurah Loto, Samsul Bahri Umamit, S.IP., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kemampuan warga dalam menghadapi bencana semakin meningkat.
Selain pelatihan inti, tim PKM juga menggelar sejumlah kegiatan pendukung di bidang kesehatan dan lingkungan, mulai dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, senam sehat, aksi bersih pantai, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dukungan psikologis awal bagi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, tim berharap kesadaran akan mitigasi bencana dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari di tengah masyarakat pesisir. Langkah-langkah kesiapsiagaan yang sederhana dinilai mampu mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa ketika bencana benar-benar terjadi.
| Langkah Sederhana Siaga Bencana di Wilayah Pesisir Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, air, obat-obatan, senter, dan makanan tahan lama.Kenali jalur evakuasi terdekat dan titik kumpul yang aman dari rumah Anda.Pantau informasi cuaca dan peringatan dini, terutama saat musim angin barat dan pasang tinggi.Sepakati rencana keluarga: ke mana harus berkumpul dan siapa yang dihubungi saat darurat.Ikuti arahan aparat kelurahan dan kelompok siaga bencana setempat. |
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui DIPA Universitas Khairun. Selain apt. Fahmi Sadik, kegiatan turut melibatkan apt. Nur Asma S. Somadayo, S.Farm., M.Farm., bersama sejumlah mahasiswa Program Studi Farmasi. Tim berharap program serupa dapat direplikasi di kelurahan pesisir lain di Kota Ternate guna memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.



